Masker Peel Off
Halo teman-teman pembaca, kali ini aku akan memberikan informasi mengenai masker peel off. Selamat membaca.
MASKER PEEL OFF
Rika Amara Widya Sari
Program Studi S1 Farmasi
STIKES Borneo Lestari Banjarbaru
Email: rikaamara02@gmail.com
I. PENDAHULUAN
Indonesia merupakan negara kepulauan beriklim tropis dengan paparan sinar matahari yang cukup tinggi. Hal tersebut dapat menyebabkan resiko kerusakan kulit akibat paparan sinar ultraviolet (UV) dari sinar matahari (Misnadiarly, 2006). Paparan sinar UV menyebabkan perubahan molekuler pada sel kulit. Sinar UVA memiliki energi yang kecil tetapi dapat menembus sampai ke lapisan dermis, merusak DNA, menyebabkan penuaan pada kulit. Penyebab lain yang dapat merusak kulit yaitu akibat kondisi lingkungan yang tidak sehat seperti polusi udara, asap kendaraan, asap rokok yang menyebabkan timbulnya radikal bebas.
Pengaruh buruk pada kulit akibat dari sinar UV maupun radikal bebas dapat dihambat dengan penggunaan sediaan yang dapat diaplikasikan pada kulit seperti kosmetik. Pemakaian kosmetika merupakan hal yang sangat diperlukan oleh seseorang sejak usia bayi sampai usia lanjut, tidak terkecuali pria maupun wanita dengan tujuan untuk mendapatkan kulit yang sehat, wajah yang cantik, penampilan pribadi yang baik dan kepercayaan pada diri sendiri. Kosmetik dikenal oleh manusia sejak berabad-abad yang lalu, sehingga seiring berkembangnya ilmu tentang kosmetologi banyak ilmuan yang menggembangkan tentang ilmu dermatologi agar dapat mengetahui efek dari suatu bahan terhadap kulit, karena saat ini banyak kasus penyakit baru yang muncul karena pemilihan bahan kosmetik yang ternyata dapat mengiritasi kulit seperti bercak merah, rasa panas dan terbakar jika terkena paparan sinar matahari langsung.
Pada masyarakat Indonesia, penggunaan kosmetika semakin meningkat. Peningkatan pemaikaian kosmetika ini terjadi baik dalam segi bentuk maupun jumlahnya. Kosmetik merupakan suatu kebutuhan untuk tampil menarik serta sehat dan bugar. Formulasi dari bahan alam dalam bentuk sediaan kosmetika dapat meningkatkan kenyamanan dalam penggunaan dan penerimaan di masyarakat. Masker peel off merupakan salah satu alternatif sediaan yang dapat meningkatkan kenyamanan penggunaa.
Berbagai perusahaan kosmetik besar saat ini banyak mengeluarkan produk yang berbahan alami atau “back to nature”. Masyarakat saat ini banyak yang beralih pada produk yang berbahan alami. Keistimewaan masker dari bahan alami ini adalah tidak menimbulkan iritasi dan efek samping. Karena produk yang terbuat dari bahan alamiah lebih murah, aman, tidak menimbulkan efek samping yang membahayakan bagi kulit. Sedangkan bahan sintetis dapat menimbulkan efek samping bahkan dapat merusak bentuk alami dari kulit.
II. PEMBAHASAN
Kosmetik adalah bahan atau campuran bahan yang digunakan pada permukaan kulit manusia dengan maksud untuk membersihkan, memelihara, menambah daya tarik dan mengubah rupa dan tidak termasuk golongan obat. Salah satu contoh kosmetik adalah masker wajah. Singh et al. (2011) menyatakan bahwa reaksi negatif pada kulit karena campuran senyawa kimia, menyebabkan konsumen beralih ke produk kosmetik dari bahan alam. Pembuatan kosmetik dari bahan alami lebih baik dibandingkan bahan sintetis. Bahan sintetis dapat menimbulkan efek samping bahkan dapat merusak bentuk alami dari kulit.Selain itu, penggunaan bahan sintesis pada wajah dapat menimbulkan berbagai hal seperti perubahan warna kulit, timbul bintik-bintik hitam dan bisa menyebabkan kulit menjadi kering.
Masker peel off merupakan salah satu jenis perawatan kulit wajah yang populer, mudah diaplikasikan dan tidak memberikan efek ketergantungan terhadap produk. Masker peel off merupakan kosmetik perawatan kecantikan yang sangat populer untuk meningkatkan kualitas kulit. Permintaan penggunaan bahan alam sebagai bahan aktif dalam kosmetik saat ini berkembang sangat pesat. Vieira et al. (2009), menyatakan bahwa kosmetik wajah dapat diperoleh dalam berbagai bentuk sediaan, salah satunya dalam bentuk masker peel off.
Masker peel off adalah jenis masker yang akan mengering lalu membentuk lapisan film oklusif yang dapat dikelupas setelah digunakan. Masker peel off dapat meningkatkan kelembapan kulit dan meningkatkan efek dari senyawa utama (senyawa aktif) pada bagian epitel dikarenakan oklusifitas lapisan polimer yang terbentuk. PVA juga dapat melembabkan kulit, menggangkat sel kulit mati, dan membersihkan kulit (Chakraborty et al., 2017). Masker peel off memiliki keuntungan, yaitu mudah mengering dengan membentuk lapisan film yang mudah dicuci, dan memberikan rasa dingin dikulit. PVA merupakan bahan dasar masker gel peel off yang dapat digunakan yang memiliki keuntungan yaitu dapat menghasilkan gel yang homogen dengan bahan aktifnya dan dapat digunakan sebagai preparat kosmetik. Bahan dasar gel dengan formulasi yang tepat akan mempengaruhi kemampuan dalam menahan zat aktif. Masker gel peel off adalah jenis masker yang akan mengering lalu membentuk lapisan film oklusif yang dapat dikelupas setelah digunakan.
Masker wajah dapat berupa sediaan gel, pasta dan serbuk yang dioleskan untuk membersihkan dan mengencangkan kulit, terutama kulit wajah. Masker peel off yang baik memiliki waktu kering antara 5-30 menit, pH antara 4,5-6,5 daya sebar 5-7 cm. Masker peel off dapat digunakan untuk memperbaiki masalah kulit seperti keriput, jerawat, dan bisa juga untuk menutup pori-pori yang membesar (Grace et al., 2015). Hal ini menjadikan masker peel off menjadi lebih unggul dari sediaan masker wajah pada umumnya.
Mekanisme kerja masker wajah ini dengan meningkatkan suhu kulit wajah sehingga peredaran darah menjadi lebih lancar dan penghantaran zat-zat gizi ke lapisan permukaan kulit dipercepat sehingga kulit muka terlihat menjadi lebih segar. Akibat dari terjadi peningkatan suhu dan peredaran darah yang menjadi lebih lancar maka fungsi kelenjar kulit meningkat, kotoran dan sisa-sisa metabolisme dikeluarkan ke permukaan kulit kemudian diserap oleh lapisan masker yang mengering. Cairan yang berasal dari keringat dan sebagian cairan masker diserap oleh lapisan tanduk, meskipun lapisan masker mengering tetapi lapisan tanduk tetap kenyal, bahkan sifat ini menjadi lebih baik ketika lapisan masker dilepaskan yaitu terlihat keriput pada kulit menjadi berkurang dan kulit wajah tidak saja menjadi lebih halus tetapi juga menjadi lebih kencang. Setelah masker dilepaskan, bagian cairan yang telah diserap oleh lapisan tanduk akan menguap akibatnya akan terjadi penurunan suhu kulit wajah sehingga memiliki efek menyegarkan kulit (Viera et al., 2009).
Salah satu bahan alami yang umum digunakan untuk membuat masker wajah alami adalah buah-buahan. Tidak hanya mengandung vitamin dan mineral yang baik untuk kulit, buah-buahan juga bisa membuat kulit menjadi lebih bersih, halus, bercahaya, serta sehat. Selain bermanfaat, masker wajah alami dari buah-buahan juga cenderung lebih mudah untuk dibuat. Pemakaian masker wajah bermanfaat untuk melembutkan kulit, membuka pori-pori yang tersumbat. Selain itu membersihkan sisa kosmetik yang tidak bisa dihilangkan menggunakan pembersih biasa. Pemakaian masker wajah yang teratur juga dapat membantu mencegah penuaan dini dan mengurangi munculnya keriput dan garis-garis halus.
Masker wajah peel off merupakan salah satu jenis masker wajah yang mempunyai keunggulan dalam penggunaan yaitu dapat dengan mudah dilepas atau diangkat seperti membran elastis (Rahmawanty et al., 2015). Masker wajah peel off mampu meningkatkan hidrasi pada kulit, memperbaiki serta merawat kulit wajah dari masalah keriput. Mencegah penuaan, jerawat dan dapat juga digunakan untuk mengecilkan pori. Membersihkan serta melembabkan kulit serta bermanfaat dalam merelaksasi otot-otot wajah. Dan dapat sebagai pembersih, penyegar, pelembab, dan pelembut bagi kulit wajah (Vieira et al., 2009).
III. PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Masker peel off adalah jenis masker yang akan mengering lalu membentuk lapisan film oklusif yang dapat dikelupas setelah digunakan. Masker peel off mampu meningkatkan hidrasi pada kulit, memperbaiki serta merawat kulit wajah dari masalah keriput, mencegah penuaan, jerawat dan dapat juga digunakan untuk mengecilkan pori, membersihkan serta melembabkan kulit serta bermanfaat dalam merelaksasi otot-otot wajah.
3.2 Saran
Diharapkan dengan adanya esai ini dapat menjadi referensi dasar pengembangan masker wajah yang bersumber dari bahan alam sehingga dapat mengurangi penggunaan bahan sintesis yang dapat membahayakan wajah bila digunakan terus-menerus.
DAFTAR PUSTAKA
Chakraborty, T dan das, M.K. 2017. “Oil Mesua Ferrea L. Seed As A Promissing Pharmacentical excipient In Lipid Based Nanoformulation”. Journal of Applied Pharmaceutical Science, 7(7) ; 133-141.
Grace, F.X., C. Darsika, K.V. Sowmya, K. Suganya, and S. Shanmuganathan. 2015. Preparation and Evaluation of Herbal Peel Off Face Mask. American Journal of PharmTech Research, (5): 33-336.
Misnadiarly, A.S. 2006. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kerusakan kulit. Jakarta : Cerminan Dunia Kedokteran.
Rahmawanty, Dina., Nita. Yulianti, dan Mia. Fitriana. 2015. Formulasi dan Evaluasi Masker Wajah Peel-Off Mengandung Kuersetin Dengan Variasi Konsentrasi Gelatin dan Gliserin. Media Farmasi, 12 (1): 17-32.
Singh, A., 2011. In vitro methane emission from Indian dry roughages in relation to chemical composition. Current Science, 101 (1): 57-65.
Vieira, R.P., A.R. Fernandes, T.M. Kaneko, V.O. Consiglieri, C.A.S.O. Pinto, et al. 2009.Physical and Physicochemical Stability Evaluation of Cosmetic Formulations Containing Soybean Extract Fermented by Bifidobacterium animalis. Brazilian Journal of Pharmaceutical Sciences, 45 (3): 515-525.
Sangat bermanfaat!
BalasHapusWah sangat bermanfaat
BalasHapusBermanfaat sekali
BalasHapusBermanfaat sekali mbak
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusSangat menarik untuk di baca
BalasHapusBegitu menarik dan juga sangat bermanfaat
BalasHapusMenambah wawasan
BalasHapussangat bermanfaat👍👍
BalasHapuswahhhhh sangat bermanfaat sekalii
BalasHapusMenambah pengetahuan perskincarean nihh
BalasHapusTerimakasih informasinya sangat bermanfaat
BalasHapusSangat bermanfaat terimakasih ya
BalasHapus